Saturday, January 13, 2018

Laravel Part 3: Mengenal Dasar Routing


Dasar Routing

Apa itu Routing?

Buka folder laravel yang telah di instal dengan text editor Anda, kemudian buka route di folderapp/routes.php . Berikut adalah isian dari app/routes.php 



ganti kodenya menjadi

Kemudian buka web browser dan ketikan alamat http://localhost/laravel/public, dan hasilnya seperti gambar dibawah ini.


Gambar diatas adalah hasil (response) dari route yang telah kita manipulasi tadi. Kemudian kita akan coba membuat route baru dengan mengetikan sintak sebagai berikut.


Maka, hasilnya akan tampak seperti gambar berikut.

Routes dideklarasikan menggunakan class Routes. Salah satu method yang dipakai untuk melakukan request sebuah halaman web yaitu GET dengan HTTP. Request GET dikirim setiap waktu ketika kita mengetikkan alamat url sebuah web di web browser.

Selain method GET, ada juga method POST. POST digunakan untuk membuat sebuah permintaan aatu request dan menyediakan sebuah data yang relatif kecil. Biasanya cara ini digunakan sebagai hasil submit form yang nantinya data akan dikirim ke datam database tanpa ditampilkan di URL.
Sebenarnya ada bnyak sekali method yang disediakan oleh class routes, khususnya untuk restful, diantaranya:


Route::get();
Route::post();
Route::put();
Route::delete();
Route::any();

Route Berparameter


Route berparameter ini dapat digunakan untuk menempatkan sebuah nilai ke route atau URL yang digunakan untuk berbagai keperluan yang dibutuhkan nantinya.
Langsung kita praktekan, buka file routes.php lalu ketikan Route baru berikut ini.  

Route diatas akan menghasilkan hasil sebagai berikut : 

Masih di routes yang sama, kemudian kita akan membuat satu route yang mempunyai parameter yang berfungsi untuk mengirimkan sebuah nilai untuk ditampilkan ke web browser.


Kemudian kita ketik URL di browser dan berikan nilai “Sport” untuk route yang berparameter, http://localhost/laravel/public/motor/sport dan hasilnya adalah sebagai berikut.

Kamu dapat mencoba dengan berbagai nilai untuk diberikan ke route diatas seperti:

http://localhost/laravel/public/motor/bebek
http://localhost/laravel/public/motor/MotorGede
http://localhost/laravel/public/motor/RodaTiga


Pada contoh tersebut, kita memberikan sebuah nilai yaitu “Sport” pada route berparameter motor/{jenis} dan didalam function route tersebut kita deklarasikan variabel $jenis untuk ditampilkan pada saat response.

Sebuah parameter juga dapat dijadikan sebuah pilihan jika parameter tersebut tidak diisi (null) atau diberi nilai default maka dapat ditambahkan sebuah tanya tanya (?) 


Route diatas memiliki nilai logika yaitu jika nilai $jenis = null (kita tidak memberikan nilai di URL), maka akan muncul "Motor Dashboard Page";. Tapi jika variabel $jenis kita beri nilai maka akan muncul "Motor dengan jenis ".<nilai_variabel>;. Kita dapat lihat pada contoh sebagai berikut. 

Tapi apabila kita kosongkan atau kita tidak beri nilai “bebek” pada URL diatas, maka hasilnya adalah sebagai berikut : 

Selain nilai default (null), kita dapat memberikan nilai sesuai dengan kebutuhan. Misalkan kita beri contoh default untuk variabel $jenis = Sport, maka route nya seperti ini.


Route diatas apabila kita eksekusi dengan tidak memberikan nilai di URL nya maka akan mengembalikan response dengan nilai "Motor dengan jenis Sport ". Tapi apabila kita memberi nilai di URLnya contoh “Bebek”, maka hasil responnya adalah "Motor dengan jenis Bebek".





EmoticonEmoticon